Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, "meminta perang" dengan semua ancaman rudal dan senjata nuklirnya.
Pernyataan ini dilontarkan Haley dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin (4/9), sehari setelah Korut mengklaim berhasil menguji coba bom hidrogen atau senjata termonuklir.
Menurut Haley, propaganda terbaru ini sudah tidak dapat dibiarkan lagi dan DK PBB harus berhenti "mengambil langkah setengah-setengah."
"Semua sudah cukup. Kita sudah mengambil langkah tambahan. Namun, meski pun kita sudah berniat baik, upaya itu tidak berhasil," ucap Haley.
Haley mengatakan, AS tidak pernah menginginkan perang. Meski demikian, mereka akan membela diri jika Korut sudah mengeluarkan ancaman dengan mengarahkan rudalnya ke wilayah AS.
"AS tidak pernah menginginkan perang dan kami juga tidak mau itu terjadi sekarang. Namun, kesabaran negara kami juga ada batasnya. Kami akan mempertahankan sekutu dan wilayah kami," tutur Haley sebagaimana dikutip CNN.
Selama sebulan belakangan, Korut memang terus melontarkan ancaman akan meluncurkan rudal ke arah Guam, wilayah AS di Pasifik, melalui Jepang.
Ancaman kian nyata setelah Korut meluncurkan rudal balistik jarak menengah yang melintasi wilayah udara Jepang sebelum jatuh di Samudera Pasifik.
"Saya pikir, Korut pada dasarnya menampar wajah semua masyarakat internasional yang meminta mereka untuk berhenti," ujar Haley.
Source : cnnindonesia

Post a Comment